Retracement Fibonacci
Cara menggunakan retracement Fibonacci untuk meningkatkan keterampilan trading Anda.

Apa itu Retracement Fibonacci dan Mengapa Menggunakannya dalam Trading?
Retracement Fibonacci adalah alat teknikal yang digunakan di pasar keuangan untuk mengidentifikasi posisi masuk dengan risiko dan imbalan yang baik. Anda bisa membayangkannya sebagai penggaris untuk mengukur jarak relatif dari gelombang tren. Pasar tidak selalu bergerak dalam satu arah tanpa koreksi. Ketika pasar sedang tren, mungkin ada periode retracement (koreksi) setelah beberapa pergerakan harga. Selama waktu ini, harga bergerak sementara melawan tren, yang bisa menarik para trader yang melihat koreksi ini sebagai peluang untuk masuk ke dalam tren dengan harga yang mungkin lebih baik. Retracement Fibonacci adalah alat yang sangat baik untuk mengukur seberapa jauh pasar telah koreksi. Anda kemudian dapat menentukan rasio koreksi (misalnya, 61.8% atau 78.6%, yang merupakan favorit di kalangan trader) di mana Anda ingin masuk ke dalam tren.
Apa manfaat trading menggunakan retracement Fibonacci dengan jumlah risiko tetap dibandingkan dengan menetapkan ukuran lot?
Secara sederhana, ada dua alasan utama. (1). Kontrol risiko yang lebih baik dan (2). Rasio risiko terhadap imbalan yang lebih baik.
-
Kontrol risiko yang lebih baik: Jarak stop-loss Anda dan mata uang yang Anda perdagangkan mungkin bervariasi. Ketika Anda trading dengan ukuran lot tetap tetapi jarak stop-loss yang berbeda atau komoditas, ini bisa mengakibatkan kerugian yang bervariasi, sehingga manajemen risiko menjadi tantangan. Namun, ketika Anda trading dengan jumlah risiko tetap, jarak stop-loss yang lebih panjang atau harga mata uang yang lebih tinggi akan mengurangi ukuran lot yang bisa Anda perdagangkan, sehingga "menormalisasi" risiko antara setiap trading dibandingkan dengan strategi trading dengan ukuran lot tetap.
-
Rasio risiko terhadap imbalan yang lebih baik: Jika Anda trading dengan jumlah risiko tetap, Anda bisa secara strategis masuk ke dalam trading dengan jarak stop-loss yang lebih pendek dan berpotensi menghasilkan keuntungan yang signifikan. Misalnya, jika Anda menetapkan risiko per trading sebesar $100 USD, Anda bisa membeli lebih banyak lot jika harga masuk Anda lebih dekat dengan stop-loss. Pendekatan ini bisa mengakibatkan keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan strategi ukuran lot tetap karena Anda membeli lebih banyak saham atau kontrak dengan paparan risiko yang sama ($100 USD). Ketika harga bergerak menguntungkan Anda, perbedaan dalam ukuran lot ini bisa mengakibatkan peningkatan keuntungan yang signifikan. Jika stop-loss Anda terpicu, Anda masih bisa mengelolanya untuk tetap dalam batas risiko per trading Anda.
Apa rasio retracement Fibonacci yang umum, dan bagaimana pengaruhnya terhadap trading?
Rasio retracement Fibonacci yang paling umum adalah 50%, 61.8%, dan 78.6%. Untuk order beli, retracement sebesar 50% berarti harga telah bergerak kembali 50% dari titik tertinggi ke titik terendah sebelumnya. Koreksi sebesar 78.6% menunjukkan koreksi yang lebih signifikan dibandingkan dengan tingkat 61.8% dan 50%. Karena trader yang berbeda mungkin masuk ke dalam tren pada rasio retracement yang berbeda, tidak ada jawaban sederhana tentang rasio retracement mana yang lebih baik untuk masuk ke dalam posisi. Namun, ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan:
- Semakin RENDAH tingkat retracement, semakin SERING harga akan mencapainya: Misalnya, harga lebih mungkin "melewati" tingkat retracement 50% lebih sering dibandingkan dengan tingkat 61.8% dan 78.6%. Ini berarti jika Anda trading dengan rasio retracement yang lebih tinggi, Anda mungkin memiliki lebih sedikit kesempatan untuk masuk ke pasar.
- Semakin TINGGI rasio retracement, semakin BAIK rasio risiko terhadap imbalan: Trading dengan rasio retracement yang lebih tinggi berarti Anda memiliki jarak stop-loss yang lebih pendek dibandingkan dengan rasio retracement yang lebih rendah. Ini karena ketika jumlah risiko tetap, Anda bisa membeli lebih banyak lot ketika pasar mengalami koreksi yang lebih dalam.
- Semakin TINGGI rasio retracement, semakin TINGGI peluang untuk menghasilkan kerugian berlebihan: Seperti disebutkan sebelumnya, Anda bisa masuk dengan ukuran lot yang lebih besar ketika harga mengalami koreksi yang lebih dalam. Namun, dengan ukuran lot yang lebih besar, Anda juga mungkin mengalami kerugian yang lebih besar jika harga menembus level stop-loss Anda. Ini sering terjadi karena banyak trader menetapkan stop-loss mereka dekat dengan level harga kunci. Inilah sebabnya kami merancang fitur untuk sedikit mengurangi ukuran lot dengan mempertimbangkan jarak tembus ketika harga menembus level stop-loss Anda.
money-to-risk-per-ticket untuk mengurangi kerugian berlebihanKerugian berlebihan mungkin terjadi ketika jarak stop-loss pendek (misalnya, order pending satu bar) atau ketika trading dengan jangka waktu stop-loss yang kecil (misalnya, M1). Jika Anda secara konsisten mengalami kerugian berlebihan, coba sedikit mengurangi money-to-risk-per-ticket. Misalnya, jika Anda menetapkan 30 USD sebagai jumlah risiko Anda dan rata-rata kerugian secara konsisten lebih besar dari jumlah ini, Anda bisa menguranginya menjadi 25 USD atau 20 USD dan menguji dengan beberapa percobaan.