Floating Point Stop-Loss
Metode perlindungan kedua untuk melindungi Anda dari kerugian berlebihan

Ada kelemahan besar saat trading dengan stop-loss harga penutupan: Anda mungkin mengalami kerugian yang tidak terduga jika harga menembus stop-loss Anda. Pasar bisa berfluktuasi dengan cepat pada periode tertentu, berpotensi menyebabkan kerugian besar jika Anda menunggu bar untuk ditutup—terutama saat breakout berita atau rilis data ekonomi penting. Untuk mengatasi ini, kami menawarkan mekanisme perlindungan stop-loss kedua yang melindungi Anda saat harga bergerak cepat melawan posisi Anda.
Force Liquidation Fold
Parameter force-liquidation-fold digunakan untuk menghitung kapan sebuah trade harus ditutup secara otomatis berdasarkan kerugian mengambang dengan persamaan berikut:
Float point stop-loss
Fitur floating point stop-loss terus memantau kerugian mengambang Anda secara real time (dicek setiap detik). Sebagai contoh, jika Anda bersedia mengambil risiko $10 per trade dan menetapkan batas pada 2,5 kali kerugian maksimal yang diizinkan per trade, sistem akan secara otomatis menutup trade ketika kerugian mengambang Anda mencapai $25 (10 * 2,5), terlepas dari stop-loss harga penutupan yang telah Anda tetapkan. Fitur ini melindungi Anda dari kerugian berlebihan selama periode volatilitas pasar tinggi.
Pengingat untuk Trader yang Lebih Suka Menetapkan Ukuran Lot Sendiri: Floating point stop-loss mungkin akan terpicu lebih awal daripada stop-loss harga penutupan, terutama saat Anda trading dengan ukuran lot yang lebih besar sesuai pilihan Anda. Ini terjadi karena floating point stop-loss hanya mempertimbangkan apakah mencapai 2,5 kali jumlah risiko Anda. Anda mungkin perlu menyesuaikan ini jika lebih suka trading dengan ukuran lot khusus. Hanya sebuah pengingat, selalu lebih baik menggunakan stop-loss harga penutupan dan floating point stop-loss untuk melindungi trading Anda.